Pepatah megatakan Di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Tampaknya pepatah itu layak disematkan pada Tri Amelia, seorang tukang setrika keliling yang mendadak tenar di media sosial.
Tiga hari ini, ibu tiga anak itu kebanjiran tamu dari media massa. Penyebabnya, foto dirinya sedang menyetrika pakaian di atas sepeda motor menuai simpati dari pengguna media sosial.
“MasyaAllah semua media meliput kerumah, Mudah2n Allah beri kemudahan kpd kami. Trimakasih yg sdh ksh LIKE nya dan sdh berkenan Share,” tulis Tri Amelia di akun Facebooknya, 24 Februari 2016.
Nama Tri Amelia menjadi buah bibir setelah fotonya diunggah oleh pemilik akun Yuni Tri pada 20 Februari lalu. Diakses pada 24 Februari, foto itu sudah dibagikan oleh lebih dari 10 ribu orang dan disukai oleh lebih dari 15 ribu orang.
Tri Amelia, 31 tahun, sehari-hari bekerja sebagai tukang setrika keliling. Dia menyetrika pakaian pelanggan menggunakan setrika uap di atas sepeda motor yang telah dimodifikasi.
Salah satu media yang meliput langsung aktifitas Tri Amelia setelah menuai simpati di Facebook adalah republika.co.id. Tri kini menetap di Villa Mutiara Gading, Bekasi.
Tri berkisah, ia dan suaminya telah memulai usaha jasa setrika sejak 2013. Sebelumnya, mereka mengerjakan order di rumah. Ide mengerjakan setrikaan langsung  di tempat pelanggan baru muncul sebulan belakangan. Sebelumnya, mereka pernah membuka jasa laundry pada 2010, namun tidak berkembang.
Sayang melihat setrikaan menganggur, Tri lantas mencoba-coba fokus pada jasa setrika saja. Untuk memperkenalkan usahanya, ia menyebar brosur lengkap dengan nomor telepon yang dapat dihubungi. Tapi dua bulan berlalu, tak ada satu pun telepon yang masuk. Barulah pada bulan ketiga ada satu penelepon. Dari sanalah semangatnya kembali bangkit. Tiga bulan kemudian ia bisa mempekerjakan seorang pegawai.
Kini usaha jasa setrikanya sudah lumayan berkembang. Sehari-hari pakaian masuk mencapai 240 kilogram. Upah setrika per kilo dipatok Rp3.500 hingga Rp4.000 untuk pelanggan yang tempat tinggalnya lebih jauh. Untuk membantunya, kini Tri Amelia sudah punya lima karyawan.
Dengan orderan masuk segitu, Tri mengantongi omset Rp9 juta per bulan.
Sehari-hari Tri Amelia memulai aktivitasnya berkeliling sejak pukul 9 pagi. Setelah istirahat zuhur, ia melanjutkan berkeliling mulai pukul 3 sore hngga menjelang magrib.  Pada hari Sabtu dan Minggu, ia bergantian dengan suaminya yang bekerja sebagai karyawan sebuah perusahaan otomotif.
Tri Amelia dan suaminya Irsan merasa senang ketika usaha yang mereka geluti menginspirasi orang lain. “Ibu-ibu rumah tangga yang punya anak juga bisa membuat usaha,” kata sang suami.
Tri dan Irsan setidaknya telah membuktikan: pintu rezeki bisa datang dari mana saja asal ada kemauan.
Sumber:
 
Top